PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Suasana Car Free Day atau CFD di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Minggu pagi, 19 Oktober 2025, tampak lebih semarak dengan kehadiran berbagai pelaku usaha lokal.

Salah satunya Aprianto, penjual gitar yang sudah enam tahun menekuni usahanya dari teras rumah di kawasan Temanggung Tilung.

Aprianto membawa beberapa unit gitar ke CFD pagi itu. Ia mengaku, meski hanya berjualan di akhir pekan, penjualan di CFD cukup menjanjikan.

“Kalau di CFD bisa laku lima sampai sembilan gitar,” ujarnya sambil melayani pengunjung yang tengah mencoba salah satu gitar akustik.

Harga gitar yang dijual Aprianto bervariasi, mulai dari Rp120 ribu hingga Rp2 juta. Ia menyediakan berbagai jenis gitar, dari yang cocok untuk pemula hingga yang berkualitas tinggi untuk pemain profesional.

“Saya sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembeli,” katanya. Selama enam tahun berjualan dari rumah, Aprianto mencatat rata-rata penjualan mencapai 90 unit gitar per bulan. Namun, ia menyebut CFD sebagai momen penting untuk memperluas pasar.

“Di sini saya bisa bertemu langsung dengan calon pembeli dari berbagai kalangan,” jelasnya. Menurut Aprianto, CFD bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga ruang interaksi sosial dan ekonomi.

“Sambil jalan sehat, masyarakat bisa cuci mata, lihat-lihat barang, dan belanja. Ini sangat membantu kami pelaku usaha,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan seperti CFD terus dilestarikan dan didukung pemerintah. “Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga soal ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.(TESTI PRISCILLA/R)