PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – DPD LDII Kota Palangka Raya menggandeng Polresta Kota Palangka Raya melaksanakan penguatan pemahaman bahaya judi online generasi pemuda LDII.

Kanit Tipikor Satreskrim Polresta Palangka Raya, Ipda Noto Sulistiyo menekankan perlunya mewaspadai godaan judi online yang semakin marak seiring kemajuan teknologi.

“Teknologi yang semakin canggih membuat akses ke situs judi online menjadi sangat mudah, bahkan hanya melalui ponsel,” kata Noto Sulistiyo dalam kegiatan pengajian generasi muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Palangka Raya di Masjid Jamiatul Amaliah, Minggu, 19 Oktober 2025.

Ia menjelaskan banyak anak muda yang awalnya hanya sekadar penasaran, kemudian mencoba bermain karena melihat promosi yang ditawarkan. Banyak yang akhirnya terjerumus setelah mencoba.

“Taruhan bisa dimulai dari nominal kecil seperti sepuluh ribu rupiah, tapi dijanjikan kemenangan besar hingga ratusan juta. Ini yang membuat orang tergoda dan terus mencoba,” ujarnya.

Menurutnya, promosi judi online sering dilakukan melalui iklan yang menipu, menggunakan daya tarik perempuan, atau dikaitkan dengan produk lain seperti obat kuat dan kecantikan.

Ia berharap generasi muda bisa menahan diri dan tidak mencoba membuka aplikasi judi online, karena rasa ingin tahu sering kali menjadi awal dari kecanduan.

“Biar tidak terjerumus, jangan pernah mencoba atau sekadar membuka aplikasinya. Cukup tahu bahwa itu berbahaya,” tegas Noto. (HERMAWAN DP/R)