BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Peneliti dari Program Studi S2-S3 PSL Universitas Sumatera Utara atau USU memulai kajian ekosistem dan tutupan lahan hutan untuk perlindungan habitat Harimau Sumatera di wilayah KPH IX Aceh. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 17 hingga 19 Oktober 2025, dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Dipimpin oleh Prof. Rahmawaty, SHut, MSi, PhD., bersama Prof. Dr. Hamdani Harahap, Prof. Dr. Abdul Rauf, dan mahasiswa S3 PSL USU, Irwandi, tim ini didampingi oleh Pimpinan dan Staf KPH Wilayah IX Aceh. Kajian ini mencakup wilayah Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Subulussalam, dan Aceh Singkil.
"Orientasi lapangan pendahuluan dilakukan untuk memahami kondisi aktual ekosistem hutan dan potensi habitat Harimau Sumatera," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Observasi ini menjadi dasar penting dalam merumuskan strategi perlindungan yang tepat dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari kegiatan, tim juga melaksanakan penanaman pohon produktif di sektor Ranto Sialang, Aceh Selatan. Pohon-pohon ini diharapkan menjadi sumber pakan bagi satwa liar dan mendukung keseimbangan ekosistem hutan.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dari dunia akademik dan pengelola hutan dalam menjaga kelestarian satwa langka dan ekosistem hutan tropis.
"Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara ilmu pengetahuan dan praktik lapangan," tambahnya.
Dengan dimulainya kajian ini, diharapkan akan lahir rekomendasi kebijakan dan aksi konservasi yang lebih efektif untuk menjaga keberadaan Harimau Sumatera dan memperkuat fungsi ekologis hutan di Aceh. (TESTI PRISCILLA/H)









