BORNEONEWS, Sampit – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatatkan capaian positif dalam pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Triwulan III Tahun 2025. Berdasarkan survei terhadap 173 responden, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang diperoleh adalah 89,71 dengan predikat "A (Sangat Baik)".
Kepala DPMPTSP Kotim, Diana Setiawan, menjelaskan survei tersebut bertujuan untuk mengukur kepuasan masyarakat terhadap layanan publik yang diberikan DPMPTSP, sekaligus sebagai dasar untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas pelayanan di masa mendatang.
"Ada sembilan unsur yang dinilai, dari sembilan itu unsur Biaya/Tarif mendapatkan nilai tertinggi yaitu 3,983," ujarnya, Senin, 20 Oktober 2025.
Ia mengungkapkan itu menandakan bahwa masyarakat menilai layanan DPMPTSP bebas pungutan liar, transparan dalam informasi biaya, dan tidak membebani secara finansial/gratis.
Namun, Diana mengakui bahwa unsur penanganan pengaduan, saran dan masukan menjadi yang paling rendah dengan nilai 3,474.
"Hal ini kemungkinan terjadi karena masyarakat belum mengetahui secara luas terkait kanal pengaduan yang ada pada DPMPTSP Kab. Kotawaringin Timur," jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, DPMPTSP telah mengambil beberapa langkah, antara lain mengoptimalkan kanal atau media pengaduan secara online melalui website resmi, media sosial, dan aplikasi pesan singkat serta penyediaan kotak saran di area pelayanan dan memberi tanggapan secara cepat ketika ada pengaduan masuk.
"Peningkatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mekanisme penyampaian pengaduan dan saran serta monitoring dan evaluasi berkala terhadap tindak lanjut pengaduan," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan hasil survei itu akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan pihaknya, khususnya dalam menyempurnakan sistem pelayanan berbasis digital dan mempercepat waktu penyelesaian.
"DPMPTSP berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, demi mendukung iklim investasi yang kondusif di Kotawaringin Timur," tegasnya. (DEVIANA/y)









