SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan kebersihan kota dan menata Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampit. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan, serta mempersiapkan diri menuju penilaian Adipura 2025.

Kepala DLH Kotim, Marjuki, menyatakan bahwa progres penataan area TPA Kota Sampit di Kilometer 14 Jalan Jenderal Sudirman telah mencapai 78 persen. 

"Sedikit demi sedikit, perubahan besar mulai terlihat. Melalui sistem control landfill buka-tutup, kita bergerak membawa Kotim menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan," ujarnya, Senin, 20 Oktober 2025.

Ia menjelaskan bahwa penerapan sistem control landfill tidak hanya mengurangi pencemaran udara dan air, tetapi juga mengoptimalkan daya tampung TPA. Dengan sistem ini, area pembuangan dikelola secara bergilir, ditutup sementara untuk proses pemadatan dan pelapisan tanah, lalu dibuka kembali sesuai kebutuhan operasional.

Selain penataan TPA, pihaknya juga menurunkan Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanganan sampah untuk menjaga kebersihan di jalan-jalan utama Kota Sampit.

"Satgas kami terus bekerja tanpa lelah menjaga kebersihan kota. Kerja keras mereka menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sampit yang bersih, indah, dan asri," kata Marjuki.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Satgas. Semangat mereka menjadi inspirasi bagi semuanya untuk terus menjaga lingkungan.

"Kami berharap dengan capaian penataan TPA yang hampir rampung dan peningkatan kebersihan di berbagai titik kota, DLH Kotim optimistis dapat meraih penghargaan Adipura 2025," harapnya. (DEVIANA/y)