NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten Lamandau mengambil langkah konkret untuk mengendalikan inflasi daerah dengan menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual pada Senin, 20 Oktober 2025.

Rapat ini membahas strategi pengendalian inflasi tahun 2025 serta percepatan realisasi belanja untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Data yang disampaikan dalam rapat menunjukkan bahwa inflasi bulan April 2025 relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Namun komoditas seperti beras, cabai merah, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, dan jagung tetap menjadi perhatian utama sebagai penyumbang inflasi.

Direktur Statistik Harga BPS, Windhiarso Poncoadi Putranto mengingatkan akan potensi lonjakan harga yang perlu diantisipasi, mengingat pola historis kenaikan inflasi setiap tahun.

Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat.

"Kami akan segera menyusun langkah-langkah konkret untuk mengendalikan inflasi, terutama dengan menjaga stabilitas harga komoditas pokok," tegasnya.

Hamid juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam upaya pengendalian inflasi.

"Keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung program-program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan," imbuhnya.

Hamid menyoroti peran digitalisasi keuangan daerah dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan anggaran. "Digitalisasi akan mempercepat realisasi belanja daerah dan memastikan anggaran digunakan secara efektif untuk pembangunan," pungkasnya.

Dengan fokus pada sinergi, digitalisasi, dan pengendalian harga komoditas pokok, Lamandau optimis dapat meningkatkan efektivitas pengendalian inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (NATALIA KRISTIN/R)