PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabupaten Barito Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian bahasa daerah dengan menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu atau FTBI untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah atau RBD yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbudristek melalui Merdeka Belajar episode ke-17. Program ini kini menjadi bagian dari agenda berkesinambungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Sebagai salah satu daerah yang aktif dalam pelaksanaan RBD, Barito Utara mendapat perhatian khusus dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah atau BBPKT. FTBI bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi puncak dari proses pembinaan bahasa daerah yang dilakukan sepanjang tahun. Kegiatan ini melibatkan sekolah, komunitas, dan tokoh adat yang turut berperan dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu.

Kassubag TU Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Kambang, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi pemerintah daerah Barito Utara dalam menyelenggarakan FTBI. Menurutnya, keberlanjutan program ini menunjukkan keseriusan daerah dalam mendukung kebijakan nasional terkait pelestarian bahasa daerah.

"Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah Kabupaten Barito Utara yang terus menjaga semangat pembinaan dan pelestarian bahasa ibu,” kata Kambang dalam rilis kepada Borneonews pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Kambang berharap bahwa upaya yang dilakukan Barito Utara dapat kembali mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Ia menilai bahwa keberhasilan pelaksanaan FTBI selama tiga tahun berturut-turut patut dijadikan contoh bagi daerah lain.

“Semoga tahun ini apa yang dilakukan pemerintah Kabupaten Barito Utara mendapat kembali apresiasi dari pemerintah pusat dan masyarakat luas,” tuturnya.

Antusiasme masyarakat terhadap FTBI juga menjadi indikator keberhasilan program ini. Tidak hanya peserta, tetapi juga orang tua, guru, dan tokoh masyarakat turut hadir dan mendukung jalannya festival. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa bahasa daerah bukan hanya urusan akademik, tetapi juga bagian dari identitas kolektif yang harus dijaga bersama.

Dengan semangat yang terus menyala, Barito Utara menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam gerakan pelestarian bahasa daerah di Kalimantan Tengah. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap bahwa sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dapat terus diperkuat demi masa depan bahasa ibu yang lebih cerah. (TESTI PRISCILLA/j)