PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi, menyoroti pentingnya peningkatan penyelenggaraan perpustakaan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di masyarakat. Ia menilai, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga harus menjadi pusat edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Subandi, penyelenggaraan perpustakaan di Palangka Raya perlu dikembangkan dengan pendekatan modern, agar menarik minat baca generasi muda di tengah gempuran era digital. 

“Perpustakaan sekarang harus bertransformasi, tidak cukup hanya menyediakan buku fisik. Harus ada ruang digital, ruang diskusi, dan kegiatan edukatif yang membuat masyarakat betah belajar,” ujarnya, Selasa, 21 Oktober 2025.

Ia menegaskan, DPRD mendukung penguatan layanan perpustakaan daerah melalui kebijakan anggaran maupun regulasi. Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menumbuhkan masyarakat yang gemar membaca.

“Budaya baca adalah fondasi kemajuan. Kalau kita ingin Palangka Raya menjadi kota yang maju dan berdaya saing, maka fasilitas literasi seperti perpustakaan harus menjadi prioritas,” tegas Subandi.

Selain memperkuat infrastruktur, Subandi juga mendorong agar pengelolaan perpustakaan dilakukan secara inklusif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas literasi sangat penting untuk memperluas jangkauan layanan.

“Perpustakaan harus hadir sampai ke tingkat kelurahan. Jangan hanya di pusat kota. Masyarakat di pinggiran juga berhak mendapatkan akses literasi yang sama,” tambahnya.

Subandi menilai, digitalisasi layanan perpustakaan juga perlu dipercepat agar lebih relevan dengan perkembangan zaman. Ia berharap adanya platform digital lokal yang memungkinkan masyarakat mengakses koleksi buku, jurnal, dan informasi publik secara daring.

“Dengan digitalisasi, kita bisa menjangkau pembaca lebih luas, terutama anak muda. Kita ingin perpustakaan menjadi tempat belajar sepanjang hayat bagi semua kalangan,” ujarnya.

Melalui dorongan dari DPRD, Subandi berharap penyelenggaraan perpustakaan di Palangka Raya dapat berkembang menjadi pusat literasi modern yang terbuka dan inspiratif, mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengetahuan masyarakat secara berkelanjutan. (MARINI/j)