SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti buruknya sistem drainase di Jalan Muchran Ali dan Jalan RA Kartini, Sampit, yang menyebabkan banjir setiap kali hujan deras melanda lebih dari dua jam. Kondisi ini dinilai sudah berlangsung lama dan perlu segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Kotim Mariani mengatakan, permasalahan drainase di kawasan tersebut sudah sangat mendesak untuk ditangani. Pasalnya, genangan air sering mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kerusakan pada lingkungan sekitar.

“Drainase di Jalan Muchran Ali dan RA Kartini cepat sekali tergenang, hanya hujan dua jam saja sudah banjir. Ini harus segera dibicarakan dengan Bupati, terutama kalau ada bangunan masyarakat yang sulit dibongkar agar bisa dicari solusi bersama,” kata Mariani, Selasa, 21 Oktober 2025.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kotim Paliansyah juga menegaskan bahwa pembangunan drainase di kawasan tersebut sudah sangat lama diabaikan. Ia meminta agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk perbaikan sistem drainase yang sudah tidak berfungsi maksimal.

“Kami minta tolong agar drainase di Jalan Muchran Ali segera dianggarkan. Sudah puluhan tahun tidak tersentuh. Kalau pun tidak bisa sekaligus dibangun sepanjang jalan, bisa dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujar Paliansyah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Penataan Ruang Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama menyebut penanganan banjir menjadi prioritas Bupati Kotim, termasuk di kawasan Jalan Muchran Ali. 

“Untuk Jalan Muchran Ali, kami sudah rencanakan akan diganti dengan drainase permanen seperti di Jalan A. Yani. Namun memang biayanya cukup besar. Surat permohonan dari RT-RT sudah banyak masuk, terutama untuk pengerukan dan perbaikan,” papar Mentana.

Sebagai solusi, tahun 2026 pihaknya menargetkan mulai melakukan pemeliharaan yang tidak hanya mengeruk namun juga akan memperbaiki drainase memanfaatkan alat baru dari dinas tersebut yang dapat mencetak u-ditch.

“Dalam waktu dekat alat akan datang. Di tahun 2026 ini saya ingin kita swadaya membuat sendiri. Karena kita punya lab, peralatan, dan material maka titik-titik yang rusak ini kita bisa tangani mandiri. Seperti di Jalan Muchran Ali, tinggal kita cetak (u-ditch) lalu kita pasang. Ini rencana kami ke depan untuk optimalisasi penanganan banjir agar lebih murah dengan pemeliharaan," tandas Mentana. (DEWI PATMALASARI/j)