BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha perkebunan sebagai kunci peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Kepala Dinas Perkebunan, Rizky R Badjuri, menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD Sektor Perkebunan dan Kehutanan di Aula Jayang Tingang.
Rapat tersebut dihadiri oleh hampir 90 persen direktur perusahaan perkebunan di Kalteng, menunjukkan komitmen kuat dunia usaha terhadap pembangunan daerah. Rizky menyebutkan bahwa penandatanganan fakta integritas antara pemerintah dan perusahaan menjadi bukti keseriusan bersama dalam membangun sinergi.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret untuk menyatukan visi antara pemerintah dan investor demi kemajuan Kalimantan Tengah,” ujar Rizky pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Ia menekankan bahwa PAD dari sektor perkebunan memiliki potensi besar jika dikelola secara kolaboratif dan transparan.
Selain kontribusi fiskal, Rizky juga menyoroti pentingnya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang lebih terarah. Ia menyampaikan arahan Gubernur, H Sugianto Sabran agar forum diskusi lanjutan segera dibentuk untuk menyempurnakan pelaksanaan CSR di lapangan.
Isu kewajiban plasma minimal 20 persen bagi masyarakat sekitar perkebunan turut menjadi sorotan. Pemerintah provinsi bersama kabupaten akan meninjau ulang data pelaksanaan plasma, mengingat masih terdapat perusahaan yang belum memenuhi ketentuan tersebut.
Rizky menutup pernyataannya dengan harapan agar sinergi ini terus diperkuat.
“Komitmen hari ini adalah langkah penting antara pemerintah dan investor untuk bersama-sama membangun Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









