SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan di wilayah setempat yang mulai rusak dan berlubang. Ketua Komisi IV DPRD Kotim Mariani meminta agar pemerintah daerah melakukan pemeliharaan lebih intensif sebelum kondisi jalan membahayakan pengguna.

“Pemeliharaan jalan harus lebih ekstra karena ada beberapa ruas yang memang memerlukan perhatian. Lubang-lubang di jalan cukup mengkhawatirkan, apalagi saat hujan dan tergenang air. Warga tidak bisa melihat lubang, sehingga berisiko jatuh,” ujar Mariani, Selasa, 21 Oktober 2025.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh menunggu hingga terjadi kecelakaan atau korban jiwa baru kemudian bertindak. Menurutnya, langkah cepat dalam pemeliharaan dan penanganan kerusakan jalan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan masyarakat.

“Jangan sampai kita menunggu ada kejadian dulu baru bergerak. Jalan-jalan yang ramai dilalui warga seharusnya menjadi prioritas untuk diperbaiki,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, pemeliharaan jalan di wilayah Kotim saat ini dilakukan secara swakelola melalui UPTD Pemeliharaan Jalan.

“Pemeliharaan jalan kami lakukan swakelola. Personel yang menangani sekitar 10 orang dan bekerja setiap hari, Senin sampai Sabtu,” kata Mentana.

Ia mengakui keterbatasan jumlah tenaga teknis menjadi tantangan dalam mempercepat pemeliharaan di berbagai titik. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya maksimal melakukan pemeliharaan jalan secara bertahap sesuai skala prioritas.

“Kami juga mengapresiasi laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti secepatnya,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)