SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan Kotabesi–Kandan–Camba. Akses jalan ini dinilai strategis karena menjadi jalur utama menuju Pulau Hanibung, yang tengah direncanakan sebagai destinasi wisata baru di Kotim.

Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Mariani, mengatakan kondisi jalan menuju kawasan tersebut masih belum memadai, terutama di wilayah Camba yang masih berupa tanah merah.

“Jalan itu, kondisi jalannya sebagian beraspal dan sebagian masih tanah merah. Kami berharap ada peningkatan jalan di sana karena wilayah itu menjadi akses utama menuju kawasan wisata Pulau Hanibung dan sekitarnya,” ujar Mariani, Selasa, 21 Oktober 2025.

Ia menegaskan, peningkatan infrastruktur menjadi langkah penting agar pengembangan wisata Pulau Hanibung dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

“Kami mendukung penuh rencana pengembangan Pulau Hanibung sebagai kawasan wisata. Dengan perbaikan jalan, masyarakat akan lebih mudah beraktivitas dan wisatawan juga lebih tertarik berkunjung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengungkapkan bahwa peningkatan jalan Kotabesi–Kandan sebenarnya telah diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025, namun pelaksanaannya tertunda karena efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Ruas jalan itu sudah pernah dianggarkan melalui DAK, tetapi karena adanya efisiensi, dana ditarik kembali oleh pusat. Namun karena ini menjadi prioritas untuk mendukung destinasi wisata Pulau Hanibung, kami tetap berupaya agar bisa terealisasi,” ujar Mentana.

Ia menambahkan, pembahasan peningkatan jalan tersebut masih dalam tahap pembahasan APBD 2026. Pihaknya akan menyesuaikan rencana pengerjaan, termasuk kemungkinan pengaspalan, dengan kemampuan keuangan daerah.

“Saat ini belum final karena masih tahap pembahasan anggaran. Jika postur keuangan memungkinkan, peningkatan jalan ini akan kami lakukan pengaspalan. Tetapi kita belum bisa bicara teknisnya karena masih pembahasan,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)