SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembang Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotawaringin Timur (Kotim) Kamaruddin Makalepu menegaskan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan Pemkab Kotim masih sangat tinggi. 

"Ini karena luasnya wilayah dan banyaknya unit pelayanan publik yang harus dijalankan," katanya, Selasa, 21 Oktober 2025.

Ia menyembut Kabupaten Kotim memiliki wikayah cukup luas terdiri dari 17 kecamatan, 21 puskesmas, dan 168 desa, yang seluruhnya membutuhkan tenaga kesehatan dan tenaga pendidik.

“Setiap desa minimal membutuhkan dua tenaga kesehatan. Begitu juga tenaga guru di sekolah-sekolah, masih banyak yang belum terpenuhi. Artinya, jumlah pegawai yang ada saat ini belum cukup,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan berdasarkan hasil Analisis Beban Kerja (ABK), kebutuhan ideal pegawai di lingkungan Pemkab Kotim mencapai 11.000 orang, sementara jumlah yang tersedia baru sekitar 7.500 pegawai. Bahkan setelah ditambah dengan PPPK paruh waktu sebanyak 1.891 orang, kebutuhan masih belum terpenuhi.

“Kalau melihat kondisi ini, sebenarnya Kotim masih kekurangan pegawai, bukan kelebihan. Kami justru masih memerlukan tambahan tenaga untuk sekolah dan fasilitas kesehatan yang belum terakomodasi,” tegasnya. (DEVIANA/y)