BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sektor Pertambangan Tahun 2025 yang diselenggarakan di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Rapat ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor pertambangan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta transparan agar memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Fairid Naparin, menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antar daerah guna meningkatkan efektivitas pengelolaan potensi pertambangan di wilayah masing-masing.
“Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan PAD melalui sektor-sektor potensial, termasuk pertambangan, dengan tetap menjaga prinsip tata kelola yang baik dan berkelanjutan,” ucap Fairid, Selasa, 21 Oktober 2025.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Tengah dapat menyusun langkah konkret dan terarah dalam meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap pembangunan daerah secara menyeluruh.
"Saat ini juga Pemko Palangka Raya terus berupaya untuk melakukan peningkatan PAD, seperti salah satu contohnya penghapusan denda tunggakan PBB P2 di Palangka Raya yang berakhir 30 September lalu dan diskon 15 persen pembayaran PBB P2 berlaku hingga 31 Oktober 2025," pungkasnya. (PATHUR/y)









