BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mengambil langkah cepat untuk mengatasi tantangan serius yang dihadapi Unit Hemodialisa di rumah sakit tersebut. Unit layanan cuci darah ini dilaporkan telah mencapai kapasitas penuh, yang didasarkan pada jadwal kontrol dan tindakan rutin pasien.
Sebagian besar pasien yang menjalani layanan ini diketahui merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Menanggapi kondisi ini, Direktur RSUD, dr. Agus Waluyo telah mengundang tim terkait untuk mengadakan pertemuan guna membahas secara mendalam dan mencari solusi terbaik.
"Tujuan utama dari diskusi adalah untuk memastikan bahwa pelayanan Hemodialisa dapat tetap optimal meskipun kapasitasnya penuh, serta mengelola antrean pasien agar terkendali dengan baik," ungkapnya, Selasa, 21 Oktober 2025.
Sebagai tindak lanjut, pada awal tahun 2026 mendatang, RSUD Kapuas berencana mengirimkan 2 hingga 4 orang perawat Hemodialisa (HD) untuk mengikuti pelatihan khusus. Pelatihan spesifik untuk mengasah kompetensi dan mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien gagal ginjal.
"Diharapkan dengan bertambahnya perawat yang memiliki keahlian tersertifikasi di bidang Hemodialisa, kapasitas dan efektivitas layanan cuci darah di RSUD Kapuas dapat meningkat signifikan," tutupnya. (SABRIANOOR/y)









