BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten Lamandau menggandeng Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam penyusunan dokumen Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) 2025.
Langkah ini diambil sebagai wujud keseriusan Pemkab Lamandau dalam menghasilkan dokumen berkualitas dan berbasis ilmiah.
Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid menekankan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan ini. "Dokumen DDDTLH tidak akan tersusun dengan baik tanpa keterlibatan aktif dari berbagai pihak," ujarnya, Selasa, 21 Oktober 2025
Hamid menjelaskan keterlibatan akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan memperkaya perspektif dan menghasilkan rekomendasi yang komprehensif.
"Sinergi ini akan memperkuat kualitas dokumen, sehingga mencerminkan kondisi riil lingkungan hidup di Lamandau," katanya.
Pemkab Lamandau mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta tim penyusun dari Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM atas inisiatif dan kerja keras dalam mempersiapkan kegiatan ini.
"Apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kerja keras dalam mempersiapkan kegiatan ini," ucap Hamid.
Dengan kolaborasi solid dan sinergi kuat, Pemerintah Kabupaten Lamandau optimis dapat menghasilkan dokumen DDDTLH yang berkualitas dan bermanfaat bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. ( NATALIA KRISTIN/R)









