BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kabupaten Lamandau menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Dokumen Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) Tahun 2025. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) ini dilaksanakan di aula Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau pada Senin, 20 Oktober 2025 bertujuan menghimpun data dan informasi penting demi pembangunan berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas DLHK Kabupaten Lamandau, Triadi Eka Asi Jayadiputera menyampaikan bahwa FGD ini merupakan bagian penting dari upaya penyusunan DDDTLH, yang menjadi dasar bagi perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan berwawasan lingkungan di daerah.
"Melalui kegiatan ini, kita berupaya menghimpun data, informasi, serta masukan dari berbagai pihak agar dokumen yang dihasilkan dapat menjadi referensi yang valid, mutakhir, dan komprehensif," ujarnya, Selasa, 21 Oktober 2025
Dokumen ini berfungsi sebagai basis penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), serta menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
"Oleh karena itu FGD ini menjadi sarana penting untuk memastikan sinkronisasi dan integrasi data lintas sektor, sehingga menghasilkan kesepahaman dalam pengelolaan data lingkungan hidup," terangnya.
Triadi mengatakan FGD ini melibatkan Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM, perangkat daerah terkait, instansi vertikal, dan pihak-pihak yang memiliki data dan informasi terkait kondisi lingkungan hidup.
"Apresiasi kepada tim ahli dari PSLH UGM, seluruh perangkat daerah dan instansi terkait, serta seluruh peserta yang telah memberikan masukan dalam kegiatan FGD ini," ucapnya.
Triadi berharap FGD ini menghasilkan kesepahaman tentang data lingkungan, sehingga DDDTLH yang dihasilkan akurat dan mendukung kebijakan pembangunan ramah lingkungan.
"Kami berharap kegiatan FGD ini dapat menghasilkan kesepahaman dan kesepakatan bersama mengenai data lingkungan," kata Triadi.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan, Kabupaten Lamandau terus berupaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. FGD ini menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya tersebut.( NATALIA KRISTIN/R)









