PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata atau STP Bogor menyelenggarakan peluncuran buku bertajuk “Produk Kuliner Berbahan Oleofood Sawit: Sukses Bisnis Kuliner UKMK” pada 18 Oktober 2025 di Kampus STP Bogor.

Buku ini memuat beragam resep dan strategi usaha kuliner yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis berbasis produk turunan sawit.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Workshop Pemberdayaan UMKM melalui Inovasi dan Kreasi Kuliner, sebagai langkah konkret mendukung pemanfaatan sawit dalam sektor kuliner dan pariwisata.

Ketua STP Bogor, Laurinciana Sambuanga, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi kuliner berbasis bahan lokal unggulan untuk memperkuat daya saing UMKM.

“Inovasi dan kreativitas menjadi kunci UMKM kuliner agar mampu bersaing. Pemanfaatan bahan baku lokal seperti sawit dapat menciptakan nilai tambah sekaligus keberlanjutan ekonomi,” ujar Laurinciana dalam rilis BPDP pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Dirinya mengajak pelaku usaha untuk menjadikan sawit sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan produk kuliner yang unik dan berdaya jual tinggi.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan komitmen BPDP untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan potensi oleofood sawit.

Ia menegaskan bahwa sektor kuliner merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia.

“Dengan memperkenalkan oleofood berbahan sawit, diharapkan UMKM kuliner dapat memperoleh nilai tambah sekaligus mendukung program Presiden Prabowo Subianto untuk pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui peningkatan konsumsi dalam negeri,” ungkap Helmi.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BPDP, civitas akademika STP Bogor, Yayasan Pusaka Bogor, pelaku UMKM, serta mahasiswa.

Suasana penuh antusiasme mewarnai peluncuran buku dan workshop, yang menjadi wadah kolaboratif antara dunia pendidikan, industri, dan komunitas usaha kecil.

Para peserta mendapatkan wawasan baru tentang potensi sawit sebagai bahan kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.

Workshop menghadirkan Chef Affan, Ketua Chef Association BPC Bogor Raya sekaligus dosen kitchen STP Bogor, dalam sesi bertajuk Seni Mengolah Produk Kuliner Berbahan Oleofood Sawit.

Ia memandu peserta dalam eksplorasi resep inovatif seperti Gyoza Chilli Oil, Soto Bogor, Dessert in Jar, dan Kopi Klepon.

Melalui demonstrasi langsung, Chef Affan menunjukkan bagaimana oleofood sawit dapat diolah menjadi sajian yang menarik untuk industri perhotelan, restoran, café, catering, dan UMKM.

Dengan peluncuran buku dan pelaksanaan workshop ini, BPDP dan STP Bogor berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha kuliner yang kreatif dan berdaya saing, sekaligus memperluas pemanfaatan produk turunan sawit secara berkelanjutan.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi lokal melalui sektor kuliner, serta memperkenalkan potensi sawit sebagai bahan pangan yang inovatif dan ramah lingkungan.(TESTI PRISCILLA/R)