PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia atau PKBI bagi guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Katingan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk memperkuat penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pendidikan.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya mengikuti kegiatan ini. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh para narasumber.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Arianson, membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Balai Bahasa dalam meningkatkan kompetensi kebahasaan para pendidik.

Ia menilai, penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

“Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan jati diri bangsa. Penggunaan bahasa yang tepat dalam dokumen resmi dan proses pembelajaran harus menjadi perhatian serius,” ujar Arianson dalam rilis Balai Bahasa Kalteng pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam membudayakan penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah di lingkungan kerja masing-masing.

Selama kegiatan, peserta dibekali materi seputar kaidah kebahasaan, penulisan dokumen resmi, serta praktik berbahasa dalam konteks pendidikan.

Narasumber berasal dari kalangan akademisi dan praktisi bahasa yang berpengalaman. Diskusi dan simulasi turut mewarnai sesi pelatihan, memberikan ruang bagi peserta untuk mengasah keterampilan secara langsung.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau melalui pernyataan tertulis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pembinaan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan sarana pendidikan yang efektif,” tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)