BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah pusat dinilai semakin serius mendorong percepatan hilirisasi sektor pertanian melalui kebijakan pengembangan pangan mandiri.
Pengamat Ekonomi Kalimantan Tengah Bidang Perkebunan, Rawing Rambang, menyebut bahwa arah kebijakan Presiden Prabowo sangat mendukung penguatan komoditas lokal, termasuk kakao dan kopi.
“Kita melihat kebijakan Pak Prabowo itu luar biasa mendorong pengembangan pangan mandiri,” ujarnya pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Rawing menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Gubernur Kalimantan Tengah, turut mempercepat langkah ini.
Ia menyebutkan bahwa pengembangan kakao telah diarahkan ke wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, sementara kopi mulai dikembangkan di Kapuas, Pulang Pisau, dan sebagian wilayah Kotawaringin Timur.
“Tidak hanya fokus ke sawit, tapi ke unit perkebunan lain juga,” kata Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng ini.
Masyarakat perlu lebih jeli melihat peluang ini, terutama karena sektor pertanian memiliki karakteristik yang berbeda dari sektor kehutanan.
“Kalau sektor pertanian kan proses. Tidak serta merta, paling tidak 3–4 tahun lah,” jelas Rawing yang juga seorang Dosen di Universitas Kristen Palangka Raya ini.
Ia mencontohkan bahwa tanaman kopi membutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk mulai menghasilkan, sama halnya dengan sawit.
Rawing juga menyoroti tantangan edukasi kepada masyarakat yang cenderung menginginkan hasil instan. Ia menekankan pentingnya pemahaman bahwa pertanian adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan pendampingan.
“Kadang masyarakat pengennya instan. Nah, itu dia. Tapi itu semua prosesnya perlu kita memberikan edukasi juga kepada masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Rawing optimis bahwa pemerintah telah memberikan pendampingan yang cukup kepada petani dan pelaku usaha di sektor pertanian. Ia melihat adanya komitmen kuat dari pemerintahan baru untuk menjadikan pertanian sebagai sektor andalan.
“Saya yakin pemerintah sudah mendampingi dan memberikan edukasi terhadap masyarakat,” katanya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa sektor pertanian, terutama pangan, merupakan komoditas utama yang tidak bisa diabaikan.
“Suka tidak suka, pertanian itu kan kebutuhan kita hari-hari, terutama pangan,” pungkas Rawing.
Dengan dukungan kebijakan dan kesadaran masyarakat, ia berharap hilirisasi pertanian di Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas bagi ekonomi daerah.(TESTI PRISCILLA)









