PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP kembali hadir di Trade Expo Indonesia atau TEI 2025 dengan semangat baru untuk memperkenalkan komoditas unggulan Indonesia ke pasar global.

Dalam pameran yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, BPDP menampilkan potensi strategis sawit, kelapa, dan kakao sebagai komoditas yang tidak hanya unggul secara volume, tetapi juga kaya akan nilai budaya, kreativitas, dan ekonomi inklusif.

Kepala Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Aida Fitria menegaskan bahwa partisipasi BPDP di TEI bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Kami ingin menunjukkan ke dunia bahwa sawit, kelapa, dan kakao Indonesia tidak hanya kuat secara volume, tetapi juga punya cerita, kreativitas, dan nilai ekonomi yang inklusif,” kata Aida pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Menurutnya, komoditas perkebunan Indonesia memiliki wajah yang lebih luas dari sekadar angka produksi—ia mencerminkan kerja keras petani, inovasi pelaku usaha, dan kekayaan lokal yang layak diapresiasi secara global.

Melalui keikutsertaan di TEI 2025, BPDP berharap dapat membuka pintu bagi lahirnya peluang ekspor baru, investasi yang berkelanjutan, serta jejaring bisnis yang mampu mengangkat pelaku usaha dari hulu hingga hilir. Aida menyebutkan bahwa ekosistem perkebunan harus didorong untuk tumbuh secara menyeluruh, dari petani kecil hingga industri pengolahan, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.

BPDP juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam memajukan komoditas perkebunan.

Dengan menggandeng asosiasi industri, UMKM kreatif, dan mitra strategis, BPDP berupaya membangun narasi bersama bahwa produk berbasis sawit, kelapa, dan kakao bisa tampil inovatif, berkelanjutan, dan memiliki daya tarik ekspor yang tinggi.

“Kami ingin dunia melihat bahwa Indonesia punya kekuatan di sektor ini, bukan hanya dari sisi kuantitas, tapi juga kualitas dan keberagaman,” tambah Aida.

Pameran TEI 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi dagang Indonesia melalui pendekatan yang lebih humanis dan berbasis nilai.

BPDP memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan produk-produk yang tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga membawa cerita lokal yang menyentuh.

Dari produk olahan hingga karya kreatif berbasis komoditas, semua ditampilkan sebagai bukti bahwa perkebunan Indonesia adalah sektor yang hidup dan terus berkembang.

Dengan semangat inklusif dan kolaboratif, BPDP berharap partisipasinya di TEI 2025 dapat menjadi katalisator bagi transformasi sektor perkebunan Indonesia.

Melalui promosi yang strategis dan narasi yang kuat, BPDP ingin memastikan bahwa sawit, kelapa, dan kakao Indonesia tidak hanya dikenal sebagai komoditas ekspor, tetapi juga sebagai simbol kekuatan ekonomi rakyat dan warisan budaya yang mendunia.(TESTI PRISCILLA)