PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  - Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Samsul Rizal mengatakan, salah satu koperasi di kota setempat menerima pencairan dana senilai Rp700 juta sebagai bantuan modal usaha.

"Salah satu koperasi yakni Koperasi Bukit Tunggal telah berhasil mengajukan permohonan dana sebesar Rp1,5 miliar dan disetujui pencairan Rp700 juta," kata Samsul di Palangka Raya, Selasa, 21 Oktober 2025.

Dia mengatakan, dalam mendukung pengelolaan dana tersebut, pemerintah juga melibatkan kejaksaan untuk memastikan transparansi dan pendampingan hukum.

"Koperasi Merah Putih Bukit Tunggal ini mengelola berbagai unit usaha, seperti gerai sembako, toko obat, pangkalan LPG, logistik, benih, gerai pupuk, pulsa, simpan pinjam dan layanan transaksi perbankan," kata Samsul.

Dia mengatakan, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan koperasi, pihaknya melaksanakan pelatihan perkoperasian bagi pengurus Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.

“Pelatihan ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat dan pengurus koperasi dalam pengelolaan usaha. Koperasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembentukan Koperasi Merah Putih di Palangka Raya telah dimulai sejak 30 Mei. Program ini merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Pemerintah kota, lanjutnya, memiliki tanggung jawab mendukung dan berkolaborasi dalam pengembangan koperasi, termasuk pelatihan serta pemberdayaan SDM.

Ketua Panitia Pelatihan Yunita sekaligus Kabid Koperasi DPKUKMP Palangka Raya menyampaikan, kegiatan ini merupakan pelaksanaan instruksi presiden terkait penguatan Koperasi Merah Putih serta tindak lanjut keputusan Wali Kota Palangka Raya.

“Pemerintah pusat mendorong agar koperasi menjadi basis ekonomi rakyat,” kata Yunita.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharap memahami prinsip dasar koperasi, mengelola keuangan secara profesional, menyusun laporan keuangan sesuai aturan (termasuk laporan laba rugi dan neraca), serta mampu mengembangkan bisnis koperasi berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan diikuti 30 peserta yang merupakan pengurus Koperasi Merah Putih dari seluruh kelurahan di Palangka Raya. Hadir narasumber dari DPKUKMP Palangka Raya dan BPSK Palangka Raya.

“Dengan SDM koperasi yang kuat, kami berharap koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam menciptakan kemandirian ekonomi,” kata Yunita.