PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi di Kota Palangka Raya. Kegiatan ini diikuti oleh dua puluh tiga komunitas literasi yang berasal dari berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah, menunjukkan antusiasme tinggi dari para pegiat literasi daerah dalam memperkuat peran komunitas sebagai garda terdepan pengembangan budaya baca.

"Kegiatan pembinaan ini dirancang sebagai ruang peningkatan kapasitas bagi para ketua dan pengurus komunitas literasi, dengan fokus utama pada penguatan manajemen organisasi," kata Kasubbag Umum BBPKT, Kambang pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Melalui sesi pelatihan, diskusi kelompok, dan berbagi praktik baik, peserta diajak untuk mengevaluasi strategi pengelolaan komunitas serta merumuskan langkah-langkah kolaboratif dalam memperluas jangkauan literasi di wilayah masing-masing.

Kambang, secara resmi membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi komunitas penggerak literasi. Dalam wawancara yang dilakukan hari ini, Kambang menyatakan bahwa komunitas literasi memiliki peran strategis dalam membentuk ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan akses informasi dan sumber belajar.

“Pembinaan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga upaya membangun solidaritas antar komunitas literasi agar mampu saling mendukung dan berkembang bersama,” ujar Kambang.

Ia menambahkan bahwa BBPKT berkomitmen untuk terus mendampingi komunitas-komunitas tersebut melalui program-program lanjutan yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai materi yang mencakup pengelolaan program literasi, strategi komunikasi publik, serta pemanfaatan media digital untuk edukasi. Beberapa komunitas juga mempresentasikan inovasi kegiatan mereka, seperti pojok baca keliling, kelas menulis kreatif, dan kampanye literasi berbasis kearifan lokal.

Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran bersama, kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi penguatan gerakan literasi di Kalimantan Tengah. BBPKT menegaskan bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun kesadaran kritis, memperkuat identitas budaya, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. (TESTI PRISCILLA/j)