BORNEONEWS, Palangka Raya - Komunitas Aliansi Pecinta Satwa atau Alpesat Palangka Raya terus konsisten hadir di Car Free Day setiap akhir pekan. Yonda, salah satu anggota aktif, membawa berbagai jenis reptil dan hewan eksotik untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye edukasi yang bertujuan membangun pemahaman dan kepedulian terhadap satwa.
Stan Alpesat selalu ramai dikunjungi warga yang penasaran dengan hewan-hewan yang dibawa. Dari ular besar hingga iguana yang jinak, semua menjadi daya tarik tersendiri. Yonda menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan sarana pembelajaran langsung tentang dunia reptil dan cara merawatnya.
Menurut Yonda, banyak masyarakat yang belum memahami karakteristik reptil. Ada yang menganggapnya berbahaya, ada pula yang ingin memelihara tanpa tahu cara yang benar.
“Kami hadir untuk menjembatani pengetahuan itu. Reptil bisa dipahami dan dirawat dengan baik jika tahu caranya,” ujarnya pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Selain reptil, komunitas juga membawa hewan lain seperti kelinci dan sugar glider untuk menunjukkan keragaman satwa yang bisa menjadi sahabat manusia. Edukasi yang diberikan mencakup aspek biologis, etika pemeliharaan, dan potensi risiko. Semua disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pengunjung dari berbagai usia.
Alpesat berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap satwa dan lingkungan. Mereka juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar lebih dalam atau bergabung dalam komunitas. Edukasi lapangan seperti ini dinilai lebih efektif karena langsung melibatkan masyarakat.
Dengan semangat cinta satwa dan edukasi terbuka, Yonda dan Komunitas Alpesat menjadikan CFD Palangka Raya sebagai ruang interaksi yang penuh makna. Reptil yang dulu dianggap asing kini menjadi jembatan pengetahuan dan kepedulian baru bagi warga kota. (TESTI PRISCILLA/j)









