BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama empat hari pelaksanaan kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi yang digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, para peserta dari berbagai komunitas literasi di Kalimantan Tengah mendapatkan beragam materi penguatan manajerial. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan komunitas literasi agar lebih berdampak dan berkelanjutan.
Materi pertama disampaikan oleh Kambang, Kasubbag Umum BBPKT, yang membahas tentang Kebijakan Literasi sebagai landasan penting dalam merancang program komunitas.
"Pemahaman terhadap kebijakan nasional dan lokal menjadi kunci dalam menyelaraskan gerakan literasi dengan arah pembangunan pendidikan di daerah," kata Kambang pada 22 Oktober 2025.
Pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat atau FTBM Pusat, Opik memberikan materi tentang Penyusunan Profil Komunitas Literasi dan Perancangan Program Komunitas Berdaya. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengenali kekuatan internal komunitas masing-masing dan merancang program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
Khairia Ulfah melanjutkan dengan materi Membangun Kemitraan dan Jejaring Literasi, yang mendorong peserta untuk memperluas kolaborasi lintas sektor. Sementara itu, Nisa Rahimia membekali peserta dengan keterampilan Public Speaking agar para pengelola komunitas mampu menyampaikan gagasan dan mengadvokasi gerakan literasi secara efektif di ruang publik.
Kusni Sulang menghadirkan sesi kreatif berupa Penulisan Cerpen dalam Komunitas Literasi, yang bertujuan menghidupkan budaya menulis dan mencipta di kalangan anggota komunitas. Di sisi lain, Vera Agustina memberikan pelatihan teknis mengenai Penyusunan Proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai bagian dari penguatan tata kelola kegiatan komunitas.
Sebagai penutup, Sulistiyo menyampaikan materi tentang Perancangan Program Inovatif untuk menghidupkan komunitas literasi secara berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran aktif, seluruh rangkaian materi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas komunitas literasi sebagai agen perubahan sosial dan pendidikan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)









