BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat gerakan literasi daerah melalui kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi. Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kinerja komunitas literasi yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, dengan fokus pada penguatan kapasitas manajerial dan kolaborasi lintas komunitas.
"Secara khusus, pembinaan ini diarahkan untuk mendorong komunitas literasi yang masih berada pada kategori C agar mampu naik tingkat menjadi kategori B," kata Kasubbag Umum, Balai Bahasa Kalteng, Kambang pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Kategori tersebut merujuk pada klasifikasi kinerja komunitas berdasarkan indikator pengelolaan, keberlanjutan program, dan dampak terhadap masyarakat. Dengan peningkatan ini, komunitas diharapkan lebih mandiri, terstruktur, dan mampu menjangkau lebih luas dalam upaya mencerdaskan masyarakat.
"Setelah mengikuti rangkaian pembinaan, para peserta diajak untuk terus menjalin kolaborasi dalam menggerakkan literasi di daerah masing-masing," terang Kambang.
Balai Bahasa menekankan pentingnya sinergi antar komunitas sebagai kekuatan kolektif dalam membangun budaya baca dan tulis yang inklusif serta berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan inovasi program yang sesuai dengan karakteristik lokal dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Balai Bahasa Kalteng akan melaksanakan pendampingan literasi lanjutan secara daring. Pendampingan ini akan difokuskan pada evaluasi program komunitas, konsultasi teknis, serta penguatan jejaring antar penggerak literasi. Dengan pendekatan ini, BBPKT berupaya memastikan bahwa hasil pembinaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut dalam bentuk pendampingan aktif.
"Peran para pegiat literasi yang tergabung dalam komunitas sangat diharapkan dalam menyukseskan peningkatan budaya literasi di Kalimantan Tengah," tambahnya.
Mereka menjadi ujung tombak dalam menyebarkan semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis di tengah masyarakat. Dukungan terhadap komunitas literasi berarti memperkuat fondasi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Melalui pembinaan ini, Balai Bahasa menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan gerakan sosial yang membutuhkan komitmen, strategi, dan kolaborasi. Dengan semangat kebersamaan dan pendampingan berkelanjutan, komunitas literasi di Kalimantan Tengah diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih cerdas, inklusif, dan berdaya. (TESTI PRISCILLA/j)









