BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah mendorong agar gedung perpustakaan di Jalan Jenderal Sudirman Km 5 bisa dioptimalkan pemanfaatannya melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Hal ini mengingat pembangunan gedung tersebut telah melalui perjuangan panjang dalam hal penganggaran.
“Gedung perpustakaan baru itu berdarah-darah dulu Bu Rusnah, kepala dinas sebelumnya, yang berjuang keras mencari anggaran untuk pembangunannya. Jadi tantangannya sekarang adalah bagaimana dengan keterbatasan anggaran yang ada, kita bisa menjalin kerja sama dengan pihak ketiga,” ujar Riskon, Rabu, 22 Oktober 2025.
Menurutnya, gedung perpustakaan yang memiliki lahan cukup luas itu berpotensi dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih hidup dan menarik.
Ia menilai, kerja sama dengan pihak swasta maupun pelaku UMKM dapat menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah tersebut.
“Sekarang konsep perpustakaan tidak lagi kaku. Di beberapa daerah, perpustakaan sudah bekerja sama dengan UMKM agar menjadi tempat yang menarik dan ramai dikunjungi. Ini yang perlu dicontoh,” imbuhnya.
Riskon berharap, di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotim, Nino Andria Yudianto, gedung tersebut bisa lebih hidup dengan berbagai kegiatan produktif.
“Kami mengenal Pak Nino sebagai sosok yang inovatif dan punya jaringan bagus ke pusat. Karena itu, kami berharap ada dua hal utama yang segera diwujudkan pertama, pemenuhan koleksi buku yang lebih lengkap, dan kedua, menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk menghidupkan area perpustakaan,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kotim Nino Andria Yudianto mengatakan, sejak awal menjabat, dirinya langsung turun meninjau kondisi gedung perpustakaan tersebut.
“Saat pertama kali saya datang, halamannya masih belum tertata. Kami minta bantuan Dinas PU untuk membersihkannya. Ada juga keluhan jaringan internet yang lelet di lantai bawah, jadi kami koordinasi dengan Diskominfo untuk mencari solusi,” kata Nino.
Ia menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di halaman agar area menjadi lebih terang dan aman, terutama jika nantinya digunakan untuk kegiatan masyarakat.
“Kalau nanti ada kegiatan UMKM atau festival musik di halaman, tempat itu sudah terang. Kami juga berencana memanfaatkan balkon gedung untuk dijadikan coffee shop, dan kalau memungkinkan bekerja sama dengan Dinas Koperasi agar bisa dibangun gazebo di area luar,” paparnya. (DEWI PATMALASARI/j)









