SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ajukan pagu anggaran sebesar Rp16.432.705.066 untuk tahun anggaran 2026. Anggaran ini akan dialokasikan untuk berbagai program dan kegiatan yang mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim.

Kepala BKPSDM Kotim, Kamaruddin Makalepu, menjelaskan bahwa anggaran tersebut terdiri dari belanja operasi sebesar Rp16.037.105.066, yang meliputi belanja pegawai sebesar Rp6.640.503.770 dan belanja barang dan jasa sebesar Rp9.396.601.296. 

Selain itu, terdapat belanja modal sebesar Rp395.600.000, yang dialokasikan untuk belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp 305.600.000 dan belanja modal aset lainnya sebesar Rp90.000.000.

"Ada gaji dan tunjangan dari pelaksanaan fungsional itu bertambah. Karena dia naik kelas sehingga TPP-nya juga bertambah. Selain bertambah orang, juga besar juga TPP karena berubah jabatan," ujar Kamaruddin, Rabu, 22 Oktober 2025.

Itu ia ungkapkan saat pembahasan rapat anggaran bersama komisi I di DPRD Kotim. Ia menyebut, BKPSDM Kotim pada tahun 2026 akan menjalankan tiga program utama, yang terbagi menjadi 12 kegiatan dan 37 sub kegiatan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan SDM melalui pemanfaatan Computer Assisted Test (CAT).

"Selanjutnya belanja modal. Ini kami peruntukan untuk mendukung CAT dengan pengadaan komputer. Jadi kami memang konsentrasi di pengembangan SDM dan nanti ke depannya akan ada manajemen talenta," jelasnya.

Kamaruddin menambahkan bahwa BKPSDM Kotim akan menerapkan sistem manajemen talenta untuk seluruh pegawai. Sistem ini akan mengukur kompetensi pegawai dan memasukkan mereka ke dalam profil kompetensi.

"Manajemen talenta itu, semua pegawai akan dites kompetensinya. Pegawai juga akan masuk di profil kompetensi. Jadi CAT ini selain untuk tes CASN juga digunakan secara rutin penilaian pegawai yang sudah ada," pungkasnya. (DEVIANA/y)