BORNEONEWS, Pulang Pisau – Kelurahan Kalawa, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, termasuk dalam kategori daerah rawan pangan. Hal ini disampaikan langsung oleh Lurah Kalawa, Afrizal Burhana Faiz, yang menyebutkan bahwa salah satu indikator utama yang menyebabkan wilayahnya masuk kategori rawan pangan adalah keterbatasan akses air bersih.
“Memang dari Kelurahan Kalawa sendiri masuk kategori daerah rawan pangan karena kekurangan air bersih dan akses air bersih yang terbatas. Maka dari itu, sejak tahun lalu kami sudah mulai berusaha meningkatkan akses air bersih, baik melalui PDAM maupun lewat usulan pembangunan sumur bor dan sarana air bersih lainnya,” kata Afrizal, Rabu, 22 Oktober 2025.
Menurut Afrizal, persoalan air bersih menjadi perhatian serius di wilayahnya. Bahkan, pihak Puskesmas juga mencatat Kalawa sebagai salah satu daerah yang masih mengalami kekurangan air bersih.
“Sumur bor sebenarnya sudah ada, cuma apalagi kemarin musim kemarau, panas sekali, jadi memang ada keluhan dari beberapa RT terkait kualitas air dan jumlah air yang berkurang,” ujarnya.
Selain masalah air bersih, Afrizal juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi masyarakat sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan. Menurutnya, daya beli masyarakat perlu ditingkatkan agar kesejahteraan warga juga membaik.
“Di bidang ketahanan pangan sendiri, yang utama kami sedang mencari cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, supaya daya beli mereka meningkat,” jelasnya.
Afrizal menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bappeda Pulang Pisau untuk mengembangkan potensi lokal di Kalawa, salah satunya dengan menjadikan kopi sebagai komoditas prioritas.
“Jadi daerah kita diupayakan menjadi daerah penghasil kopi. Bibitnya juga sudah ada, tinggal menunggu proses sosialisasi. Setelah sosialisasi itu diharapkan hasil panennya nanti bisa maksimal dari bibit yang telah disiapkan,” terang Afrizal.
Ia berharap, melalui berbagai langkah tersebut, kondisi perekonomian warga Kalawa dapat terus membaik, sehingga ketahanan pangan di wilayahnya juga semakin kuat.
“Melihat dari sisi tersebut, muaranya tetap pada kondisi perekonomian warga. Jadi kami berusaha terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada di Kelurahan Kalawa,” pungkasnya. (RETHA/H)









