PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, menyoroti dampak musim hujan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah terhadap hasil pertanian, khususnya komoditas hortikultura seperti sayur-sayuran dan cabai.

Ia menilai kondisi cuaca ekstrem berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen petani.

Menurut Hatir, curah hujan tinggi yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan sebagian lahan pertanian tergenang air, sehingga tanaman rentan terserang penyakit dan membusuk.

“Ini menjadi masalah rutin setiap tahun. Begitu masuk musim hujan, banyak petani hortikultura mengalami kerugian karena hasil panen menurun,” ujarnya, Rabu, 22 Oktober 2025.

Ia meminta agar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya turun langsung melakukan pendampingan kepada para petani.

Pendampingan itu penting agar petani mengetahui cara mengantisipasi serangan hama dan mengelola lahan di tengah cuaca ekstrem.

“Pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi, jangan hanya menunggu laporan. Misalnya dengan memberikan bantuan bibit tahan cuaca, pestisida ramah lingkungan, dan sistem drainase yang lebih baik di area pertanian,” tegasnya.

Hatir juga menyoroti perlunya inovasi teknologi pertanian, seperti sistem tanam hidroponik atau rumah tanaman (greenhouse) yang dapat mengurangi risiko gagal panen saat musim hujan. 

“Kalau petani sudah punya akses ke teknologi ini, mereka bisa tetap produksi meski kondisi cuaca tidak menentu,” tambahnya.

Selain dukungan teknis, politisi Partai Demokrat itu mendorong pemerintah agar menyiapkan skema bantuan bagi petani yang terdampak, termasuk akses permodalan dan jaminan harga jual hasil panen. Menurutnya, langkah tersebut penting agar petani tidak terus-menerus mengalami kerugian setiap musim hujan.

“Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan daerah. Jangan sampai mereka patah semangat hanya karena faktor cuaca yang seharusnya bisa diantisipasi dengan kebijakan yang tepat,” ucapnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan pihak swasta dapat memperkuat sektor pertanian hortikultura di Kota Palangka Raya.

“Kalau sinergi ini berjalan, kita bisa menjaga ketersediaan sayur dan bahan pangan lokal tetap stabil sepanjang tahun,” pungkasnya. (Marini/R)