BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan menyoroti tantangan besar yang dihadapi pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan limbah domestik.
Ia menilai persoalan ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama, terutama terkait keterbatasan sarana dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.
Menurut Hatir, salah satu kendala utama adalah masih terbatasnya fasilitas pengolahan limbah domestik di tingkat kota maupun kelurahan.
“Sampai saat ini, fasilitas pengolahan limbah masih sangat minim. Akibatnya, sebagian besar sampah rumah tangga hanya berakhir di TPA tanpa pengolahan yang memadai,” ujarnya, Rabu, 22 Oktober 2025.
Ia menambahkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan plastik sekali pakai juga memperparah masalah lingkungan.
Plastik yang sulit terurai dapat mencemari tanah dan air, serta menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan ekosistem.
“Plastik ini memang praktis, tapi dampaknya luar biasa. Jika tidak dikendalikan, kita akan terus menghadapi persoalan penumpukan sampah yang sulit diselesaikan,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Hatir juga menyoroti bahwa kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri masih rendah. Banyak warga yang belum terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Padahal langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi beban TPA dan membuka peluang pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Kalau masyarakat mau memilah sejak dari rumah, pengelolaan akan jauh lebih mudah. Misalnya, sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan plastik bisa didaur ulang. Tapi kesadaran ini yang masih perlu kita dorong bersama,” katanya.
Ia mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait untuk meningkatkan edukasi dan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, peran aktif warga sangat menentukan keberhasilan kebijakan lingkungan.
“Tidak cukup hanya dengan aturan, tapi juga perlu pembinaan dan fasilitas yang mendukung. Kalau masyarakat paham manfaatnya, mereka pasti mau ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Hatir.
Dia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas peduli lingkungan dapat memperkuat upaya pengurangan limbah domestik di Palangka Raya.
“Kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama. Dengan kesadaran dan kerja sama semua pihak, saya yakin Palangka Raya bisa menjadi kota yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Marini/R)









