PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyoroti berbagai isu sosial yang semakin kompleks di tengah masyarakat saat ini. 

Ia menilai bahwa persoalan seperti kesenjangan sosial, kesehatan mental, dan perlindungan lingkungan tidak bisa diabaikan, karena semuanya saling berkaitan dengan kualitas hidup warga kota.

“Kita tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tapi juga pembangunan sosial dan mental masyarakat. Isu kesenjangan ekonomi, kesehatan mental, serta kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” kata Rana, Rabu, 22 Oktober 2025.

Menurut legislator NasDem ini kesenjangan sosial dan ekonomi masih terlihat nyata di sejumlah wilayah Palangka Raya, terutama antara masyarakat perkotaan dan pinggiran. 

“Masih banyak warga yang membutuhkan perhatian, baik dari sisi kesejahteraan maupun akses terhadap pelayanan publik,” ujarnya.

Selain itu, isu kesehatan mental juga semakin penting di tengah tekanan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Rana menekankan bahwa stigma terhadap gangguan mental harus dihilangkan, dan pemerintah perlu memperkuat layanan konseling serta edukasi kesehatan jiwa di tingkat masyarakat.

“Masalah kesehatan mental sering kali diabaikan karena dianggap tabu. Padahal, jika tidak ditangani dengan benar, dampaknya bisa luas, mulai dari penurunan produktivitas hingga meningkatnya konflik sosial,” jelasnya.

Rana juga menyoroti pentingnya perlindungan lingkungan hidup sebagai bagian dari keseimbangan sosial. Ia mengatakan bahwa pembangunan kota harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan agar generasi mendatang tidak menanggung dampak kerusakan lingkungan.

“Kita harus sadar bahwa lingkungan yang sehat berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Penataan sampah, penghijauan, dan pengendalian pencemaran harus menjadi program berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah kota dapat lebih responsif terhadap isu-isu sosial ini melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan melibatkan berbagai elemen, termasuk komunitas dan akademisi. 

“DPRD siap mendukung setiap program yang menempatkan manusia dan lingkungan sebagai prioritas utama pembangunan,” pungkas Rana. (MARINI/R)