BORNEONEWS, Palangka Raya - Usai pelantikan LINK Kalteng generasi ke-5, OJK menyelenggarakan Training of Trainers atau ToT sebagai bekal awal bagi para anggota. Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari OJK, Bank Indonesia, Bank Kalteng, dan praktisi komunikasi.
“Tujuannya adalah membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan literasi keuangan,“ kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz dalam rilisnya pada Kamis, 23 Oktober 2025.
OJK membuka sesi dengan materi pengenalan lembaga, kewaspadaan terhadap judi online dan investasi ilegal, serta perencanaan keuangan yang bijak. Materi ini dianggap penting untuk membangun fondasi pemahaman keuangan yang sehat di masyarakat.
Bank Indonesia menyampaikan materi tentang sistem pembayaran dan kampanye Cinta, Bangga, Pakai Rupiah. Edukasi ini bertujuan mendorong pemanfaatan layanan pembayaran digital yang aman dan efisien. BI juga menekankan pentingnya menjaga nilai rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi.
Bank Kalteng turut berkontribusi dengan paparan mengenai peran perbankan dalam mendorong perekonomian daerah. Fokus utama adalah penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Bank Kalteng mendorong LINK untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan layanan perbankan.
Praktisi Komunikasi, Risza Haitami membekali peserta dengan keterampilan public speaking, strategi personal branding, dan cara menjadi konten kreator kreatif.
“Materi ini kami rancang agar anggota LINK mampu menyampaikan pesan literasi keuangan secara menarik dan efektif,“ tuturnya.
ToT ini menjadi langkah awal yang penting bagi LINK Kalteng generasi ke-5. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif, mereka diharapkan mampu menjalankan peran sebagai agen literasi dan inklusi keuangan yang inspiratif dan berdampak nyata. (TESTI PRISCILLA/j)









