PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah turut ambil bagian dalam gelaran nasional “Celebes Forum 2025” yang diselenggarakan di Sulawesi Tengah. Forum ini menjadi ajang strategis bagi para pemangku kepentingan industri sawit untuk berdiskusi dan merumuskan arah kebijakan ke depan.

Plt Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rizky Djaya, hadir mewakili provinsi bersama delegasi dari seluruh cabang GAPKI se-Indonesia. Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr H Anwar Hafid.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan kontribusi nyata industri kelapa sawit terhadap pembangunan daerah.

“Kelapa sawit telah menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan daerah, dan berperan dalam menurunkan angka pengangguran di Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk menyatukan pandangan dan memperkuat sinergi antar daerah.

“Kami melihat Celebes Forum sebagai momentum strategis untuk membahas tantangan dan peluang industri sawit secara nasional, khususnya dalam konteks Kalimantan Tengah,” ungkap Rawing kepada Borneonews pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Adapun beberapa isu utama yang menjadi fokus pembahasan dalam forum ini meliputi Pelibatan dan penyerapan tenaga kerja lokal dalam industri sawit, Konflik lahan yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, Isu lingkungan terkait keberlanjutan dan dampak ekologis, Iklim investasi yang belakangan menjadi perhatian serius, Persaingan dagang minyak nabati dengan negara-negara produsen lain.

“Kami berharap hasil diskusi ini dapat menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah dan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem sawit yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif di pasar global,“ Rawing menambahkan.

Celebes Forum 2025 menjadi komitmen bersama untuk memperkuat peran industri kelapa sawit sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan nasional, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keadilan sosial. (TESTI PRISCILLA/j)