SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dapil III Wahito Fajriannoor mendorong agar pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mewujudkan layanan penyeberangan kendaraan roda empat di Pulau Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut.

Menurut Fajrin, kehadiran fasilitas penyeberangan mobil sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan mobilitas ekonomi masyarakat di wilayah selatan Kotim tersebut.

“Jika kemampuan anggaran daerah tidak mencukupi, mungkin harus mencari pengusaha atau pihak ketiga yang mampu menyediakan armada penyeberangan. Minimal bisa menyeberangkan mobil angkut material guna mendukung pembangunan di Pulau Hanaut,” ujarnya, Kamis, 23 Oktober 2025.

Ia menyebut, saat reses di Pulau Hanaut, masyarakat setempat banyak menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan penyeberangan mobil. Terlebih, dermaga yang baru dibangun sudah kokoh dan siap digunakan, hanya tinggal menunggu penyediaan armada ferry tipe LCT agar bisa melayani kendaraan roda empat.

“Saya melihat dermaganya sudah siap, bangunannya kuat dari beton dan bisa menampung kendaraan roda empat. Tinggal pemerintah daerah menyiapkan armada ferry sekelas LCT agar operasional bisa segera berjalan,” tambahnya.

Sebelumnya, dirinya juga mendorong agar dermaga yang sudah lama selesai pembangunannya tersebut segera dioperasikan. Ia khawatir aset pemerintah itu rusak sebelum dimanfaatkan masyarakat. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah menjelaskan bahwa dermaga penyeberangan Sungai Mentaya yang menghubungkan Pulau Hanaut–Mentaya Hilir Selatan ditargetkan beroperasi pada akhir November 2025.

Fasilitas tersebut dibangun oleh Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kalimantan Tengah, dan rencananya sementara hanya digunakan untuk penyeberangan penumpang dan sepeda motor.

“Permintaan masyarakat agar kendaraan roda empat bisa menyeberang memang besar, tapi kendalanya ada pada ketersediaan ferry. Saat ini yang beroperasi masih milik swasta, sementara untuk pengadaan ferry pemerintah daerah memerlukan dana besar, sekitar Rp2 miliar untuk tipe LCT,” kata Raihansyah.

Ia menambahkan, ke depan dermaga tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penyeberangan mobil, asalkan ada dukungan dari berbagai pihak.

Dermaga yang terletak di Desa Bapinang, Kecamatan Pulau Hanaut dan Desa Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan ini sebenarnya sudah selesai dibangun cukup lama, namun belum beroperasi karena proses administrasi dan perizinan masih disiapkan oleh pemerintah daerah bersama BPTD. (DEWI PATMALASARI/j)