BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi, Simulasi, dan Pendampingan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI Adaptif di SMA Katolik St Petrus Kanisius Palangka Raya.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan UKBI sebagai alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Sukardi Gau pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Sebanyak 35 siswa dari kelas X dan XII turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka mengikuti rangkaian sosialisasi mengenai konsep dan manfaat UKBI, dilanjutkan dengan simulasi pengisian soal secara digital, serta pendampingan langsung dari tim Balai Bahasa.
"Pendekatan adaptif dalam UKBI memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan tingkat kemahiran masing-masing," katanya.
UKBI merupakan tes standar yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
"Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia secara komprehensif, mencakup aspek mendengarkan, membaca, menulis, dan kaidah kebahasaan. Dengan sistem adaptif, UKBI memberikan hasil yang lebih akurat dan personal," jelasnya.
Kegiatan di SMA Katolik St Petrus Kanisius berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Para siswa menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan materi hingga pelaksanaan simulasi. Pendampingan yang diberikan oleh tim Balai Bahasa turut membantu siswa memahami struktur dan tujuan dari UKBI secara lebih mendalam.
Hasil yang diperoleh pun cukup membanggakan. Mayoritas peserta berhasil meraih predikat “Unggul” dalam simulasi UKBI, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki tingkat kemahiran berbahasa Indonesia yang tinggi. Capaian ini menjadi indikator positif terhadap kualitas pembelajaran bahasa Indonesia di lingkungan sekolah tersebut.
"Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat mendorong lebih banyak sekolah untuk mengintegrasikan UKBI dalam program pembelajaran," tutur Sukardi lagi.
Selain sebagai alat ukur, UKBI juga dapat menjadi sarana refleksi dan peningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia di kalangan pelajar. Kegiatan serupa direncanakan akan terus digelar di berbagai sekolah di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya penguatan literasi kebahasaan. (TESTI PRISCILLA/j)









