KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas menggelar pasar tani dan festival pangan lokal yang dilaksanakan di Taman Kota Kuala Kurun, 22-23 Oktober 2025.

Pasar tani dan festival pangan lokal ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Tani  yang ke 62 dan Hari Pangan Sedunia ke-45.

"Ini suatu kegiatan yang sangat baik, kegiatan ini sebagai ajang untuk promosi produk-produk pertanian dan sarana produksi seperti ada pupuk, pestisida, kemudian promosi olahan-olahan pangan buatan masyarakat, kopi khas Gunung Mas dan lainnya," kata Efrensia, Kamis, 23 Oktober 2025.

Selain itu, pada peringatan Hari Tani dan Pangan Sedunia juga dilaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) yang menjual berbagai bahan pangan dengan harga yang lebih murah ketimbang di pasaran lantaran mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Ada pula para pedagang yang menjual berbagai sayur, bahan olahan lokal, kerajinan tangan seperti tas, gelang buatan masyarakat, ikan segar, kecambah sawit, obat-obatan pertanian dan lainnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas Aryantoni menjelaskan bahwa, pada puncak peringatan Hari Tani dan Hari Pangan Sedunia juga dilaksanakan penyerahan berbagai bantuan kepada kelompok tani, penyerahan penghargaan hingga penyerahan hadiah lomba-lomba.

"Dalam kesempatan ini, kami menyerahkan bantuan pemerintah baik dari Provinsi Kalteng maupun daerah secara simbolis kepada petani/masyarakat penerima bibit tanaman hortikultura, sarana produksi pertanian, sarana pengolahan hasil pertanian, dan Sertifikat Tanda Daftar Budidaya (STDB) untuk kebun sawit masyarakat," jelas Aryantoni.

Aryantoni menjelaskan bahwa Pemkab Gunung Mas memberikan piagam apresiasi/penghargaan kepada Kapolres Gunung Mas, Dandim 1018/Gumas, Brigade Pangan Sekata Maju serta gabungan kelompok tani Manawau atas kontribusi dan dukungan nyata dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Gunung Mas.

Dilaksanakan pula penyerahan hadiah kepada pemenang lomba vlog kreatif dan lomba menebak jenis kelamin ikan.

Selain itu, ada pula penyerahan Sertifikat Tanda Daftar Tanaman untuk varietas kopi lokal asal Kabupaten Gunung Mas dan perijinan tanaman yang diberi nama Kopi Coka Kalimantan, Kopi Jagau dan Kopi Tambun Bungai.

Puncak peringatan Hari Tani dan Hari Pangan Sedunia juga diwarnai dengan adanya deklarasi Aliansi/Serikat Pemilik Kaleka Kabupaten Gunung Mas.

Selain Pasar Tani dan Festival Pangan Lokal, dalam rangkaian peringatan Hari Tani dan Hari Pangan Sedunia, Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas juga menggelar berbagai kegiatan lain seperti pelayanan ternak, pasar tani, forum sinergi pertanian dan lingkungan, forum inspirasi kaleka serta lomba-lomba.

"Kami bersyukur rangkaian kegiatan peringatan Hari Tani dan Hari Pangan Sedunia ini berjalan dengan lancar, masyarakat antusias dalam menyukseskan acara ini," tukasnya. (RISKA YULYANA/R)