BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, menilai bahwa sektor perkebunan dan kehutanan memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Kedua sektor tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan ekonomi yang strategis bagi Kota Palangka Raya jika dikelola secara berkelanjutan dan berbasis pada prinsip tata kelola yang baik.
“Palangka Raya memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, terutama di sektor perkebunan dan kehutanan. Jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat menjadi penopang penting dalam meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Hatir, Kamis, 23 Oktober 2025.
Ia menjelaskan bahwa optimalisasi pendapatan dari sektor tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan pengawasan izin usaha, transparansi retribusi, serta kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Selain itu, diperlukan pula kebijakan yang mendorong pelaku usaha lokal agar dapat berperan aktif dalam rantai ekonomi daerah.
Menurut Hatir, potensi pajak dan retribusi dari hasil hutan bukan kayu, pemanfaatan lahan, serta kegiatan pengolahan hasil perkebunan seperti kelapa sawit, rotan, dan karet, masih bisa ditingkatkan.
“Dengan pengelolaan yang lebih efisien dan berbasis data, potensi tersebut dapat menjadi sumber PAD yang signifikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Pendapatan daerah memang penting, tetapi harus tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan dan kelestarian ekosistem,” tegas Hatir.
Hatir berharap Pemko Palangka Raya dapat memperkuat sistem monitoring dan evaluasi terhadap kontribusi sektor-sektor produktif agar setiap potensi pendapatan bisa termanfaatkan secara maksimal.
“Dengan perencanaan dan pengawasan yang baik, sektor perkebunan dan kehutanan bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Marini/H)









