KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Puluhan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Kapuas memadati studio Cinema XXI di Citimall Kuala Kapuas pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Kehadiran mereka secara serentak di bioskop bukan untuk menikmati hiburan biasa, melainkan untuk berpartisipasi dalam sebuah kegiatan sosialisasi yang memiliki tujuan penting, yakni sosialisasi anti perundungan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kapuas. Kegiatan ini mengambil pendekatan yang menarik dan relevan dengan cara menonton bersama film berjudul 'Cyberbullying'.

Film 'Cyberbullying' yang menjadi fokus kegiatan ini secara spesifik mengangkat isu perundungan digital atau cyberbullying yang sering dialami oleh remaja di lingkungan sekolah. Melalui kisah yang mendalam, film ini menyoroti perjalanan seorang remaja bernama Neira dan menekankan betapa krusialnya pendidikan karakter dalam upaya mencegah dan menangani kasus perundungan di era digital. 

Namun, film ini tidak hanya menampilkan sisi kelam dari perundungan. Penonton juga diajak melihat alur pemulihan Neira dari titik terendah hidupnya. Film ini secara inspiratif menunjukkan bagaimana dukungan penuh dari keluarga dan sahabat, serta kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, dapat menjadi kunci utama dalam proses penyembuhan dan bangkit kembali dari trauma perundungan. 

Turut menyaksikan film 'Cyberbullying' adalah Bupati Kapuas, M. Wiyatno, bersama Ketua TP PKK Kapuas, Siti Saniah Wiyatno, serta Sekda Kapuas, Usis I Snagkai. Kehadiran mereka, bersama jajaran Forkopimda Pemkab Kapuas.

Merespons isu yang diangkat dalam film tersebut, Bupati M. Wiyatno menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas. Beliau menyatakan bahwa Pemkab akan terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada pembangunan karakter, khususnya di kalangan pelajar. 

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat berpotensi menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan bermakna, sehingga pesan-pesan moral dapat tersampaikan secara efektif.

"Pendidikan karakter adalah pondasi bagi masa depan bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan saling menghormati, baik di dunia nyata maupun di dunia maya," ucapnya. (SABRIANOOR/j)