BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2025, OJK Provinsi Kalimantan Tengah dan PT BPRS Mitra Amanah menyelenggarakan edukasi keuangan kepada 500 pelajar SMPN 2 Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi investasi penting dalam membangun masa depan generasi muda yang mandiri secara finansial.
Edukasi ini tidak hanya mengenalkan konsep menabung, tetapi juga membentuk pola pikir pelajar agar bijak dalam mengelola uang, memahami risiko, dan merencanakan masa depan. Pendekatan ini dinilai strategis dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan.
Ika Budhi Pratiwi dari OJK Kalteng menegaskan bahwa literasi keuangan sejak dini adalah kunci untuk mencetak generasi yang inklusif dan berdaya saing.
“Kami ingin pelajar memiliki kemampuan mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujar Ika Budhi dalam rilis pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Muhammad Ariyadi dari PT BPRS Mitra Amanah menyampaikan bahwa prinsip syariah dalam menabung dapat menjadi alternatif yang aman dan berkah. Ia juga mengajak pelajar untuk membiasakan diri mengatur keuangan dengan bijak.
Sesi quiz interaktif menjadi momen yang paling dinanti, di mana pelajar menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami produk dan layanan keuangan. Pertanyaan yang diajukan mencerminkan rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi keuangan dapat dilakukan secara menyenangkan dan berdampak. OJK dan BPRS Mitra Amanah berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan demi menciptakan generasi yang cerdas finansial dan siap membangun negeri. (TESTI PRISCILLA/j)









