BORNEONEWS, Palangka Raya - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong para anggotanya untuk aktif meningkatkan kompetensi melalui berbagai kegiatan edukatif.
Ketua PDHI Kalteng, drh Eko Hari Yuwono, menegaskan pentingnya pembaruan pengetahuan bagi dokter hewan agar tetap relevan dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
“Dokter hewan harus selalu meng-upgrade pengetahuannya dengan mengikuti seminar dan workshop. Kegiatan ini bukan hanya untuk pengembangan diri, tetapi juga menjadi syarat penting dalam memperoleh angka kredit yang dibutuhkan untuk perpanjangan izin profesi,” ujar drh Eko dalam pertemuan dengan para anggota PDHI Cabang Kalteng pada Jumat sore, 24 Oktober 2025.
PDHI Kalteng secara aktif memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan menggelar berbagai pelatihan dan seminar yang dirancang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran hewan. Kegiatan ini mencakup topik-topik teknis seperti diagnostik, manajemen kesehatan hewan, serta isu-isu strategis seperti zoonosis dan kesehatan masyarakat veteriner.
Menurut drh Eko, pelatihan yang diselenggarakan PDHI tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarpraktisi.
“Kami ingin menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, di mana dokter hewan saling mendukung dan berbagi ilmu,” tambahnya.
PDHI Kalteng juga berkomitmen untuk menjangkau anggota di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, agar seluruh dokter hewan memiliki akses yang setara terhadap pengembangan profesi. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas institusi, kegiatan pelatihan dapat dilakukan secara daring maupun luring.
Ke depan, PDHI Kalteng akan terus memperluas jenis pelatihan dan memperkuat kemitraan dengan lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi dokter hewan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan hewan, lingkungan, dan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)









