PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – OKKPD Provinsi Kalimantan Tengah, Ita Susilawaty, menegaskan bahwa keamanan dan mutu bahan pangan segar menjadi faktor kunci keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menjelaskan bahwa bahan pangan segar asal tumbuhan merupakan sumber utama zat gizi penting seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Namun, tanpa penanganan yang baik sejak dari hulu hingga hilir, pangan segar berisiko terkontaminasi bahan kimia berbahaya, residu pestisida, logam berat, atau mikroorganisme patogen.

“Jaminan keamanan dan mutu pangan segar harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,” kata Ita Susilawaty seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Ia menekankan pentingnya penggunaan bahan baku dari petani yang telah menerapkan praktik budidaya dan penanganan yang baik agar pangan yang disajikan benar-benar aman dan bergizi.

Menurut Ita, penerapan standar keamanan pangan yang baik tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga mendukung keberlanjutan produksi pangan segar.

Dengan langkah ini, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan meningkatkan status gizi anak-anak sekolah. (HERMAWAN DP/H)