BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyampaikan perkembangan investor smelter di Kecamatan Pulau Hanaut yang rupanya tengah mencari lokasi baru.
“Untuk perkembangan investor smelter itu, kemarin waktu diuji coba pengeboran ternyata yang di Kecamatan Pulau Hanaut airnya masih merembes air laut, sehingga mereka masih mencari lokasi baru,” kata Halikinnor, Jumat, 24 Oktober 2025.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut rencana investasi pembangunan smelter tambang di Kecamatan Pulau Hanaut. Proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Saat itu, Halikinnor mengatakan, investor yang akan membangun smelter telah beroperasi selama sembilan tahun di Morowali, Sulawesi Tengah, dan kini memilih Kotim sebagai lokasi ekspansi dengan lahan sekitar 16 hektare. Nilai investasi mencapai Rp160 triliun yang akan dilakukan secara bertahap.
Smelter ini akan dibangun dalam tiga tahap, yakni smelter bauksit, silika, dan batubara. Halikinnor menegaskan tenaga kerja lokal akan diprioritaskan, serta meminta perusahaan berkomitmen menyalurkan CSR untuk pembangunan Pulau Hanaut dan melibatkan pengusaha lokal.
Namun rupanya, investor kini menghadapi kendala teknis dan mencari lokasi baru. (DEWI PATMALASARI/y)









