PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Kotawaringin Barat berkolaborasi dengan Forum Anak Kobar menggelar Talkshow bertema “Pulih dan Temukan Jati Diri." Diikuti sebanyak 150 pelajar SMA/SMK sederajat se-Kecamatan Arut Selatan di Aula Marundau BAPPERIDA 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama mencegah kekerasan terhadap anak melalui pembinaan kesehatan mental.

Melalui kegiatan ini para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kestabilan emosi dan keberanian untuk berbicara ketika menghadapi masalah.

Kepala DP3AP2KB Kobar, Agus Basrawiyanta menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif antara pemerintah daerah dan komunitas peduli anak.

Menurutnya edukasi semacam ini sebaiknya diperluas ke kecamatan lain agar semakin banyak remaja mendapat manfaatnya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan dampak baik bagi anak-anak. Kita perlu menanamkan nilai pencegahan sejak dini agar mereka bisa saling mengingatkan dan menjadi motivator bagi generasi muda lainnya,” ujarnya.

Talkshow menghadirkan dua narasumber, yaitu Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Novera Pembriyani, Sp.KJ dan siswi SMKN 1 Pangkalan Bun yang menjadi figur inspiratif Gen Z, Rahma.

Keduanya membagikan pengalaman dan strategi menghadapi stres serta tekanan sosial di kalangan remaja.

Forum Puspa dan Forum Anak Kobar menilai bahwa isu kesehatan mental di kalangan remaja kini semakin penting untuk diperhatikan. Banyak pelajar yang mengalami kecemasan dan tekanan, bahkan memilih diam tanpa tahu harus meminta bantuan kepada siapa.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diajak untuk lebih terbuka, berani mencari bantuan, dan saling mendukung satu sama lain. Lingkungan yang positif diyakini dapat membantu membentuk karakter remaja yang kuat dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Forum Puspa dan Forum Anak Kobar berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan mental di kalangan pelajar.

Dengan pikiran yang kuat dan hati yang sehat, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan menuju masa depan yang lebih baik. (NURITA/R)