BORNEONEWS, Palangka Raya – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Borneo Digital Economy Creative Festival (Decafest) 2025.
Tahun ini acara terasa istimewa dengan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, industri perbankan, OJK, perguruan tinggi, akademisi, ekosistem industri halal, UMKM, dan berbagai stakeholder terkait.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias menyampaikan bahwa melalui kolaborasi dan sinergi ini, diharapkan peran ekonomi kreatif dapat diperkuat dan menjadi katalis dalam pembentukan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung tema "Inovasi Ekonomi Kreatif Kalteng sebagai Katalis Pembentukan Ekosistem Digital," kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Kalimantan Tengah terhadap digitalisasi.
Decafest 2025 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kreativitas, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian program kegiatan diselenggarakan pada 24-25 Oktober dan 1 November 2025. Secara khusus, pelaksanaan Borneo Decafest 2025 dirangkaikan dengan event Pesona Tambun Bungai.
"Hal ini menjadi momentum penting karena 98 persen merchant QRIS di Kalimantan Tengah merupakan pelaku UMKM," ungkapnya, Jumat, 24 Oktober 2025.
Keterlibatan UMKM sebagai mayoritas merchant QRIS menjadi sorotan utama, sekaligus wujud nyata komitmen untuk mengakselerasi digitalisasi UMKM di Kalimantan Tengah.
Program ini dikemas dengan ragam kegiatan Edusportainment. Pelaksanaan Borneo Decafest melibatkan kolaborasi dan sinergi bersama unsur Pentahelix yang meliputi akademisi, pemerintah, pelaku industri keuangan, komunitas, dan media.
Tiga (3)E menjadi sasaran ragam kegiatan Borneo Decafest untuk mendukung akselerasi transformasi digital, yaitu: EXPO, EDUCATION, & ENTERTAINMENT.
Inovasi Digital dan Transformasi Ekonomi
Melalui rangkaian kegiatan EXPO, Borneo Decafest 2025 menghadirkan inovasi digital yang menjadi wujud nyata transformasi ekonomi Kalimantan Tengah.
Pengenalan ORIS TAP dan peluncuran aplikasi Huma Betang menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem pembayaran digital dan digitalisasi layanan publik daerah.
Dalam pameran UMKM, masyarakat dapat merasakan langsung pengalaman transaksi menggunakan ORIS TAP.
Selain itu, ada pula Runshow Wastra Kalteng: The Sacred Bliss of Central Borneo, Talkshow 4 Wastra: Kain Kita, Cerita Kita, dan layanan Pojok Pembiayaan UMKM yang berkolaborasi dengan Bank Kalteng, BSI KCU Palangka Raya, dan PT PNM KC Palangka Raya.
Literasi Keuangan Digital
Dalam upaya meningkatkan aspek EDUCATION, Borneo Decafest menampilkan Talkshow Gen Z Shield dan SheFinance sebagai wadah literasi keuangan digital yang inspiratif dan inklusif. Masyarakat diajak memahami keamanan transaksi, pengelolaan keuangan yang bijak, dan peran mereka dalam ekonomi digital.
Digitalisasi yang Menyenangkan
Pendekatan ENTERTAINMENT dilaksanakan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat dengan tujuan menghadirkan kesan digitalisasi yang menyenangkan, menarik, dan penuh kemudahan, tanpa mengabaikan unsur edukasi mengenai perlindungan konsumen.
Beberapa acara entertainment yang dikolaborasikan dengan literasi penggunaan QRIS dan perlindungan konsumen antara lain Theater Perlindungan Konsumen, Photography Competition, Kalteng's Next Top Voice Competition, dan Running Competition.
Hadari Kahayan Color Run 6K
Sebagai penutup rangkaian acara, diadakan kompetisi Hadari Kahayan Color Run 6K pada 1 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 1200 peserta dengan rute mulai dari Mantikei (start) — Jalan Ahmad Yani — Jalan Jenderal Sudirman — Jalan Imam Bonjol — Jalan Diponegoro — Jalan Ahmad Yani — Mantikai (finish) dengan total 6,3 Kilometer. (PATHUR/R)









