BORNEONEWS, Pulang Pisau – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pulang Pisau menggelar Kemah Lomba Prestasi Pramuka Penggalang Tingkat Kwarcab Tahun 2025 yang dipusatkan di Stadion HM Sanusi, Jumat, 24 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi ajang bagi para Pramuka Penggalang untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta semangat kebersamaan melalui berbagai lomba yang digelar selama kegiatan berlangsung.
Ketua panitia, Ayang Pristina menyampaikan bahwa kegiatan kemah lomba prestasi tersebut bertujuan untuk menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama di kalangan peserta.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kepramukaan agar para peserta bisa menjadi generasi muda yang tangguh dan berjiwa nasionalis,” kata Ayang.
Beragam perlombaan digelar dalam kegiatan ini, di antaranya kategori Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yang meliputi kegiatan ibadah, olahraga, anjangsana, apel harian, upacara pembukaan dan penutupan, serta malam api unggun.
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan karakter dan pengamalan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pada kategori Keterampilan Kepramukaan dan Bela Negara, peserta mengikuti lomba seperti packing, survival, halang rintang dengan isyarat, menaksir tinggi-rendah, peta kompas, pionering, lomba masak, kuliner, cerdas tangkas, serta baris-berbaris.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan dasar kepramukaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Kategori Keterampilan Hidup dan Manajemen mencakup lomba administrasi regu, sementara untuk Festival Budaya diisi dengan lomba pentas seni, karnaval budaya, dan hasta karya.
Melalui kegiatan ini peserta dapat menyalurkan bakat dan kreativitasnya dalam bidang seni serta melestarikan budaya daerah.
Yang menarik, tahun ini panitia juga menambahkan kategori Teknologi dengan lomba Mobile Legends. “Anak-anak sekarang banyak yang gemar bermain game itu. Jadi daripada bermain tanpa arah, kami fasilitasi agar mereka bisa berkompetisi secara positif,” jelas Ayang.
Lomba tersebut menggunakan sistem gugur dan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, sedangkan hari Minggu peserta sudah harus bersiap kembali ke sekolah. ( RETHA)









