BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau menggelar Pelatihan Penguatan Petugas On Job Training (OJT) deteksi dini kanker leher rahim dengan metode HPV DNA.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui Bidang P2P dan diikuti oleh tenaga kesehatan dari 11 puskesmas di seluruh Kabupaten Lamandau.
Pelatihan yang diadakan di Aula Puskesmas Bulik, Rabu, 23 Oktober 2025 menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu dr. Marthin Kolelupun, Sp.OG dari RS Gusti Abdul Gani dan dr. Siti Saudah Adawiyah dari Puskesmas Cempaka Mulia, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, dr. Pippy, mengatakan kegiatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di daerah dalam mendeteksi dini kanker leher rahim.
"Kanker leher rahim masih menjadi penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia. Padahal, penyakit ini dapat dicegah dan dideteksi sejak dini, salah satunya melalui pemeriksaan HPV DNA test," ujarnya, Jumat, 24 Oktober 2025
Pippy menambahkan bahwa metode HPV DNA test saat ini merupakan metode deteksi paling sensitif dan akurat dalam menemukan risiko kanker serviks sedini mungkin.
Kegiatan OJT ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam program deteksi dini kanker leher rahim.
"Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta memahami prinsip dan tata laksana pemeriksaan HPV DNA, mampu menerapkan keterampilan teknis di lapangan, serta menjadi penggerak dalam memperluas cakupan skrining kanker leher rahim di wilayah kerja," harapnya
Dinas Kesehatan Lamandau menargetkan sebanyak 679 perempuan usia 30–69 tahun menjadi sasaran pemeriksaan pada tahun 2025. (NATALIA KRISTIN)









