BORNEONEWS, Palangka Raya – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kalimantan Tengah berpartisipasi dalam Borneo Digital Economy Creative Festival 2025 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalteng di Atrium Duta Mall Palangka Raya, Jumat–Sabtu, 24–25 Oktober 2025.
Mengusung tema “Ekonomi Syariah untuk Semua,” booth MES Kalteng menghadirkan berbagai layanan gratis dan interaktif seperti sertifikasi halal, konsultasi UMKM, koperasi, perizinan usaha (NIB & PIRT), galeri investasi syariah, serta permainan edukatif dengan hadiah langsung yang terintegrasi sistem digital.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama dengan tingginya kunjungan dari berbagai kalangan, mulai pelaku UMKM, mahasiswa, hingga keluarga muda yang tertarik pada kolaborasi antara ekonomi syariah dan teknologi digital.
“Layanan, produk, dan kreativitas dari booth MES Kalteng sangat menarik dan bermanfaat. Saya membeli produk UMKM dan roti pondoknya — juga dapat hadiah setelah mengisi daftar pengunjung melalui digital,” kata Putie, salah satu pengunjung di Palangka Raya, Jumat, 24 Oktober 2025.
Sementara Souqi, generasi muda Palangka Raya, datang untuk berkonsultasi tentang usaha UMKM dan wakaf uang digital, serta mengaku mendapatkan wawasan yang aplikatif. Data hari pertama mencatat 44 pengunjung memperoleh hadiah langsung, 10 pelaku usaha mendaftar sertifikasi halal, 80% produk UMKM terjual, dan transaksi wakaf uang digital terlaksana melalui pemindaian barcode.
Koordinator Booth MES Kalteng, Maulana Malik, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan KPw BI Kalteng yang telah memberi ruang kolaboratif bagi ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Ketua Umum MES Kalteng, Norhani, S.Sos, M.AP, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum percepatan ekonomi syariah yang inklusif, kreatif, dan digital-friendly bagi masyarakat. MES Kalteng, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menjadi jembatan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/j)









