KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ada beberapa pilihan terapi pengganti ginjal yang memungkinkan kemandirian pasien, salah satunya yaitu Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) bagi pasien dan keluarga penderita penyakit ginjal kronis.

dr. Daya Daryadijaya, Spesialis Penyakit Dalam,. dari  RSUD Kapuas  menjelaskan bahwa CAPD adalah proses cuci darah yang memanfaatkan selaput dalam rongga perut (peritoneum) sebagai filter alami. Metode ini memungkinkan pasien untuk melakukan prosedur dialisis sendiri di rumah sambil tetap mampu beraktivitas normal. 

"Tujuannya adalah menggantikan fungsi ginjal, yakni membuang sampah dan kelebihan cairan dari tubuh secara berkesinambungan setiap hari, guna menjaga kesehatan dan memungkinkan aktivitas normal," paparnya, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Metode CAPD menawarkan sejumlah keunggulan yang signifikan bagi pasien. Kelebihan tersebut meliputi penggunaan peralatan yang lebih sederhana, fleksibilitas dalam jadwal harian, diet yang lebih longgar, dan kemampuan untuk melakukan prosedur secara mandiri di rumah.

Selain itu, pasien hanya perlu melakukan kontrol ke Rumah Sakit satu kali dalam sebulan, serta dilaporkan anemia lebih terkontrol dan tubuh tidak mengalami stres akibat proses dialisis yang tidak terus-menerus.

Untuk tahapan mandiri CAPD di rumah dimulai dari operasi pemasangan kateter ke dalam rongga peritoneum, yang berfungsi sebagai jalan masuk dan keluarnya cairan dialisis. Setelah luka operasi kering, pasien akan menerima cairan untuk satu bulan yang diantar langsung ke rumah, dan dijadwalkan untuk menjalani training intensif tentang tata cara penggantian cairan dan perawatannya.

Dengan memilih CAPD, pasien dapat meningkatkan derajat kesehatannya dan mencapai kemandirian, mengurangi frekuensi kunjungan ke rumah sakit untuk cuci darah/hemodialisis, hanya dengan kontrol rutin sebulan sekali, dan memungkinkan mereka untuk menjalani kehidupan serta beraktivitas secara normal. (SABRIANOOR/j)