BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam menghadapi tantangan kompleks yang dihadapi generasi muda saat ini.
"Tantangan yang kita hadapi saat ini semakin kompleks. Kita menghadapi arus digitalisasi global, disrupsi teknologi informasi, hingga berbagai macam masalah sosial seperti maraknya judi online, bullying, penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar, pornografi, hingga masuknya budaya asing yang perlahan telah mengikis semangat gotong royong dan nasionalisme generasi muda," ujar Halikinnor, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Hal ini disampaikannya dalam acara Kemah Besar Pramuka Tahun 2025 yang digelar di Bumi Perkemahan Wahyudi K Anwar di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit.
Menurutnya, Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.
"Gerakan Pramuka harus dapat hadir sebagai salah satu solusi strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh berintegritas dan berwawasan kebangsaan yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa," tambahnya.
Halikinnor juga menjelaskan bahwa pendidikan karakter dalam Gerakan Pramuka memberikan pendidikan life skill, soft skill, dan hard skill, serta penguatan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik.
"Dengan demikian, Pramuka kami harapkan menjadi kader pemimpin bangsa yang paripurna," harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kemah Besar Pramuka Tahun 2025, Sujarwo, mengungkapkan
jumlah peserta Kemah Besar Pramuka se-Kabupaten Kotawaringin Timur mencapai 2.300 orang, terdiri dari anggota Pramuka tingkat penggalang SD, penggalang SMP, Pramuka berkebutuhan khusus, Pramuka tingkat penegak, pandega, dan anggota satuan karya Pramuka.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan wadah kegiatan bagi anggota Pramuka tingkat penggalang, penegak, dan satuan karya Pramuka.
"Tujuan dari kegiatan tersebut adalah memberikan wadah kegiatan kepada anggota Pramuka tingkat penggalang penegak dan satuan karya Pramuka," jelas Sujarwo.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan anggota Pramuka.
"Selain Kotim, kemb besar ini juga diikuti oleh Pramuka dari kabupaten lain, seperti Seruyan, yang semakin mempererat tali persaudaraan antar anggota Pramuka di Kalimantan Tengah, " tutupnya. (DEVIANA/H)









